Susu yang Tidak Cocok untuk Balita – Susu Kental Manis

Iklan produk susu kental manis (SKM) kerap bercerita tentang aktivitas yang penuh semangat dari sebuah keluarga.

Seperti salah satu iklan SKM merk Frisian Flag yang tayang di Youtube sejak 25 Februari 2017. Dalam iklan, tampak sepasang anak yang tengah menggengam segelas susu tengah berbincang dengan orang tua mereka.

“Sudah habis belum susunya,” tanya sang Ibu yang dijawab hanya dengan senyuman oleh si anak perempuan. Sementara si anak laki-laki tampak tengah menenggak segelas susu.

“Nanti semangat ya di sekolah. Anak ayah tumbuh sehat,” tambah seorang pria yang berperan sebagai ayah dalam iklan itu.

Di akhir durasi, sebuah narasi pun terdengar. Suara itu berisi anjuran agar sebuah keluarga meminum susu kental manis yang diiklankan tersebut.

“Penuhi nutrisi, hadapi pagi,” kata si narator.

Iklan itu pun ditonton 70.241 kali serta disukai sebanyak 67 kali hingga 6 Juni 2018.

Produk SKM lain bermerk Indomilk yang diunggah ke Youtube, 7 Februari 2017 juga menampilkan anak-anak sebagai bintangnya. Dalam iklan berdurai 32 detik itu, tampak seorang anak laki-laki yang buru-buru pulang ke rumah setelah bermain sepak bola.

Setelah sampai di rumah, sang ibu pun langsung menyuguhkan SKM yang telah diseduh air kepada si anak.

“Dibuat dari susu segar, enaknya bikin nempel,” sebut seorang narator di akhir iklan.

Iklan ini ditonton hingga 5.284 kali hingga, 6 Juni 2018.

Padahal, susu kental manis bukan produk yang dianjurkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dikonsumsi anak-anak. Apalagi, dengan cara penyajian layaknya susu pada umumnya.

SKM Tidak untuk Balita

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Tirta Prawita Sari, Sp.GK. M.Sc mengatakan, SKM kerap digunakan sebagai pengganti susu biasa oleh masyarakat. Padahal, kebutuhan yang diharapkan dari susu, terutama bagi anak-anak, tak bisa didapat dari produk SKM.

“Edaran dari BPOM mungkin maksudnya seperti ini, sering kali orang menggunakan susu kental manis sebagai substitusi (pengganti) untuk susu biasa. Karena susu kental manis kan sangat murah dan sangat enak karena dia manis,” jelasnya.

Soal salah kaprah ini juga disinggung Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Doddy Izwardi. Dia menyebut, SKM tidak diperuntukkan bagi balita.

“Tapi perkembangan di masyarakat dianggap sebagai susu untuk pertumbuhan,” kata Doddy, ditemui dalam acara Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) 2018, Jakarta.

Keduanya sependapat, kandungan gula yang tinggi dalam SKM tidak cocok untuk balita. Kandungan gula dalam SKM bisa menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Namun, SKM masih bisa dikonsumsi dan digunakan sebagai campuran atau pelengkap kudapan agar rasanya semakin lezat.

 

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *