9 Makam dan Sejarah WaliSongo

Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

1. Sunan Ampel

Gambar terkait

Sejarah Sunan Ampel adalah seorang Wali di antara 9 Wali Songgo yang menyebarkan Islam di Pulawu Jawa. Ia lahir 1401 di Champa.

Tempat Makam Sunan Ampel Jalan KH. Mas Mansyur Kelurahan Ampel, Semampir Surabaya  Jawa Timur.

Salah satu tempat Wisata / Situ di Surabaya ini yang ramai di kunjingi warga muslim karena lokasinya yang berada di tengah kota dan di dukung jalur trasportasi yang lancar dan juga memiliki sejarah Islam di tanah Jawa.

2. Sunan Giri 

Gambar terkait

 

Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ‘Ainul Yaqin dan Joko Samudro. Ia lahir di Blambangan tahun 1442, dan dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

Suna Giri memiliki beberapa nama pangilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Fakih, Raden ‘Ainul Yaqin, dan Joko Samudro, Ia lahir di balambangantahun 1442, dan di makamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

Alamat Makam Sunan Giri: Jl.Sunan Giri, Kec.Kebomas, Gresik, Jawa Timur.

 

3. Sunan Gresik / Syekh Maulana Malik Ibrahim 

Hasil gambar untuk syekh maulana malik ibrahim

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di desa Gapurosukolilo, kota Gresik, Jawa Timur.

Temat Makam Syekh Maulana Malik Iblahim, di Gresik ini berada di tepi jalan Malik Ibrahim di Desa Gapuro Sukolilo

 

4. Sunan Drajat

Hasil gambar untuk sunan drajat

Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang.

Tempat Makam Sunan di Daeran Pacirian, Lamongan, Jawa Timur.

 

5. Sunan Bonang

Hasil gambar untuk sunan bonang

Sejarah Sunan Bonang adalah bagian dari wali songgo beliau memiliki beberapa versi cerita. Ada yang mengatakan Sunan Bonang dimakamkan di 3 lokasi, yaitu Rembangn  Tuban, dan Pulau Bawean. Namun sebagai besar ulama dan ahli sejarah setuju bahwa makam asli Sunan Bonang berada di kota Tuban, tepat disalah sati sisi  Alun-alun Kota Tuban.

Alamat Makam Sunan Bonang, Jl,Gajah Mada, Sukolilo, Tuban, Jawa Timur.

 

6. Sunan Muria

Hasil gambar untuk sunan muria

 

Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Umar Syahid. Nama kecil beliau ialah Raden Prawoto.

Menurut Solichin Salam di dalam buku Sekitar Wali Sanga terbitan Menara Kudus, Sunan Muria adalah putera kepada Sunan Kalijaga hasil pernikahan beliau dengan Dewi Saroh, puteri kepada Maulana Ishak. Dari itu, Sunan Muria adalah berpangkat anak saudara kepada Sunan Giri kerana Maulana Ishak adalah ayahanda kepada Sunan Giri.

Setelah dewasa, Sunan Muria telah bernikah dengan Dewi Sujinah, puteri kepada Sunan Ngudung, dan telah memperolehi seorang putera yang bernama Pangeran Santri, dan yang di kemudian hari telah diberikan nama julukan Sunan Ngadilangu. Oleh itu, Sunan Muria juga memiliki pertalian keluarga dengan Sunan Kudus, kerana Sunan Kudus adalah putera kepada Sunan Ngudung (Raden Usman Haji).

Di dalam usaha mengembangkan ajaran Islam kepada masyarakat umum, Sunan Muria telah turut menggunakan gamelan dan wayang kulit sebagai alat (media) untuk berdakwah. Dan telah dikatakan juga bahawa beliau adalah pencipta bagi tembang Sinom dan Kinanti.

Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawa Tengah, tempat dia dimakamkan.

7. Sunan Kudus

 Hasil gambar untuk sunan kudus

Sunan Kudus adalah salah satu penyebar agama Islam di Indonesia yang tergabung dalam walisongo, yang lahir pada 9 September 1400M/ 808 Hijriah. Nama lengkapnya adalah nama Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan. Ia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung.

Runtuhnya kerajaan Hindu-Jawa dan timbulnya negara-negara Islam di Nusantara. Bapaknya yaitu Sunan Ngudung adalah putra Sultan di Palestina yang bernama Sayyid Fadhal Ali Murtazha (Raja Pandita/Raden Santri) yang berhijrah fi sabilillah hingga ke Jawa dan sampailah di Kesultanan Islam Demak dan diangkat menjadi Panglima Perang.

 Alamat Makam Sunan Kudus, Jl,Menara Kudus, Jawa Tengah,.

8. Sunan Kalijaga

Hasil gambar untuk sunan kalijaga

Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak.

Alamat Makam Sunan Kalijaga, Jl.R.Sahid, Kadilangu, Demak,
ecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.

9. Sunan Gunung Jati 

Hasil gambar untuk sunan gunung jati

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah (Arabic: شريف هداية الله‎‎ Sharīf Hidāyah Allāh) atau Sayyid Al-Kamil adalah salah seorang dari Walisongo, ia dilahirkan Tahun 1448 Masehidari pasangan Syarif Abdullah Umdatuddin bin Ali Nurul Alim (seorang penguasa mesir) dan Nyai Rara Santang, Putri Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran (yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Mudaim).

Syarif Hidayatullah sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi, yang kemudian dengan dukungan Kesultanan Demak dan Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana (Raja Cirebon pertama sekaligus uwak Syarif Hidayatullah dari pihak ibu), ia dinobatkan menjadi Raja Cirebon ke-2 pada tahun 1479 dengan gelar Maulana Jati.

Nama Syarif Hidayatullah kemudian diabadikan menjadi nama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta di daerah Tangerang Selatan, Banten. Sedangkan nama Gunung Jati diabadikan menjadi nama Universitas Islam negeri di Bandung, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

Alamat Makan Sunan Gunug Jati, Jl.Raya Sunan Gunung Jati, Kali Apus Cirebon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *